Thursday, 6 October 2016

KERIS BALI KUNO LUK 7 - #4455 - SOLD !








KERIS BALI KUNO LUK 7
Item Code : 4455

Perkembangan keris di Bali sudah ada sebelum Kerajaan Majapahit ada. Tahun 882 masehi disebutkan dalam prasasti Sukawana sudah ada pande (pandai besi) pembuat senjata.
Dan disebutkan pula dalam kitab Brahma Pande Tatwa kalau leluhur para wangsa pande di Bali merupakan keturunan dari para mpu di Jawa.
Masyarakat pande di Bali menyakini bahwa cikal bakal perkembangan ajaran kepandean berasal dari Jawa yang masuk ke Bali pada masa Bali Kuno (sebelum jaman Majapahit).
Bambang Harsrinuksmo dalam bukunya Ensikloped Keris , hal 82, menjelaskan bahwa Pulau Bali pernah menjadi salah satu pusat budaya keris. Sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit, budaya keris di bekas kerajaan besar tersebut pecah menjadi dua, sebagian seniman pembuat keris hijrah ke Kesultanan Demak dan mengabdi di Kesultanan Baru itu, sebagian lainnya pindah ke arah timur, sebagian menetap di daerah sekitar Kraksaan, dekat Probolinggo, dan sebagian lagi menyeberang ke Pulau Bali.
Dilihat dari tahap-tahap sejarah yang tertulis dalam prasasti-prasasti peninggalan Wangsa Pande, para mpu dari Jawa yang datang ke Bali diduga masih membawa ciri-ciri kebudayaan keris yang masih utuh.

Keris Bali yang kami miliki mempunya tipikal keris Jawa dengan gaya keris tangguh Segaluh , dilihat dari bentuk gandik dan luk yang kemba (dangkal).
Bilah keris kokoh, tebal dan masih cukup kuat , gagah untuk usianya yang sudah beberapa abad.
Pesi tidak bulat tapi oval condong persegi empat, tipikal keris tarung , dimana pesi menancap kuat di handel tidak mudah terlepas.

KETERANGAN :
Jenis : Keris Luk (Luk 7)
Dhapur (Nama) : Megantara
Pamor : Wusing Wutah
Origin (Tangguh) : Bali Kuno
Approx Date : 14th – 16th cent ad
DIMENSI -/+ :
– Panjang Bilah : 33,5cm + Hulu : 46cm
– Lebar Ganja : 6,3cm
– Lebar Bilah Bagian Tengah : 1,6cm
– Panjang Pesi : 7,5cm
– Tebal Bilah dari ujung kepangkal : 2mm – 7mm
KELENGKAPAN KERIS :
– Sampir (warangka) model : Jamprahan (Bancihan) terbuat dari kayu (bahan kayu tidak diketahui)
– Danganan (Hulu) model togogan kocet-kocetan (Kusia - Lomb0k) bahan kayu
– Wewer (Mendak) : Bahan kuningan kombinasi batu permata sintetis
KONDISI :
– Bilah masih masuk kategori keris tua utuh
– Warangan Lama tapi masih cukup bagus
– Selebihnya silahkan Anda lihat photo-photo detail di atas
KETERANGAN LAIN :
- Keris ini adalah keris Bali era Bali kuno dengan gaya keris tangguh segaluh.
- Pamor keris ini jika diwarangi lagi dengan warangan yang bagus maka pamor akan terlihat lebih jelas dan ndeling (nyala)
- Sekar kacang pogok/cunguh gajah pued , memang aslinya bukan karena patah.
- Luk keris kemba / dangkal / samar. Dilihat sepintas lalu keris ini mempunyai luk 5 tapi luk 7 nya pada bagian pucuk tersamarkan, mungkin memang style kerisnya atau terkorosi lalu dirapikan.
- Ganja keris ‘Wulung’. (Wulung = Tanpa pamor)
- Bilah keris masih tebal, kokoh, kuat. Bilah keris disangling sebagaimana lazimnya bilah keris Bali

HARGA : TERJUAL !