Wednesday, 2 October 2019

SET TEMPAT PENGINANGAN LABU BAHARI BAHAN KUNINGAN - #TAN783

tradisi menginang


tradisi menginang

tradisi menginang






SET TEMPAT PENGINANGAN LABU BAHARI BAHAN KUNINGAN
Item Code : TAN 783

Tempat menginang ini merupakan salah satu barang antik yang baru kami dapatkan beberapa hari lalu di Banjarmasin.
Tradisi Bersirih atau Menginang (makan pinang) adalah warisan budaya Indonesia yang dilakukan dengan mengunyah bahan-bahan bersirih seperti pinang, sirih, gambir, tembakau, kapur, cengkih. Kebiasaan menginang telah berlangsung lama, yaitu lebih dari 3000 tahun yang lampau atau pada zaman Neolitik, hingga saat ini.
Menginang sama halnya dengan merokok, minum teh dan kopi. Awalnya orang menginang sebagai penyedap di mulut, tetapi lama-kelamaan kan menjadi kebiasaan yang menimbulkan kesenangan dan terasa nikmat sehingga sulit untuk dilepaskan. Di samping untuk kenikmatan, menginang juga berfungsi sebagai aktivitas pengobatan merawat gigi. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal daun sirih sebagai bahan menginang dengan keyakinan bahwa menginang dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka di mulut, menghilangkan bau mulut, menghentikan pendarahan gusi, serta sebagai obat kumur. Fungsi menginang juga sebagai tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan. Misalnya, bahan-bahan menginang dijadikan hidangan penghormatan untuk tamu, dan sebagai alat pengikat dalam pertunangan sebelum menikah. Menginang juga digunakan sebgai sesaji yang digunakan dalam upacara adat istiadat dan upacara kepercayaan atau religi.

Material : Kuningan
Origin : Banjarmasin, Kalimantan Selatan ca 1900s
Kinangan di atas terdiri dari :
- 1 tempat besar berbahan kuningan dengan bentuk "waluh' (Labu)
Dimensi -/+ : Tinggi Total 20cm x Diameter 19cm
- 4 wadah kecil bahan kuningan
Berat Total : 1255 grams
Kondisi :
- Ada beberapa lubang kecil (lihat photo di atas tanda merah).
- Selebihnya silahkan lihat photo di atas

HARGA : 1.500.000,- Idr

No comments:

Post a Comment