Wednesday, 2 October 2019

SET ALAT PENGINANGAN BAHARI KUNINGAN - #TAN779

alat menginang


tradisi menginang

tradisi menginang

tradisi menginang

tradisi menginang


Bagian dalam kinangan biasa untuk menaruh daun sirih


 Benda diatas biasa dipakai untuk menghancurkan gambir atau kapur yang mengeras.
Sayangnya alu kecil untuk menumbuk sudah tidak ada.

 Tempat diatas bisa untuk menaruh apa saja.

Yang ini kalau melihat dari bekasnya dulu dipakai untuk menyimpan kapur.
Entah dulunya benda ini pakai tutup atau tidak. Saya dapatkan kondisi seperti diatas.

Tempat diatas bisa untuk menyimpan apa saja

Ini dulunya dipakai sebagai penyimpanan gambir.

Tempat diatas bisa untuk menyimpan apa saja. Sayangnya tutupnya tidak ada.

SET ALAT PENGINANGAN BAHARI KUNINGAN 
Item Code : TAN 779

Ini adalah tempat Kinangan buatan lama.
Zaman dulu di Banjarmasin hampir setiap rumah mempunyai
alat-alat pengkinangan beserta kelengkapan lainnya.
Setelah tradisi menginang mulai ditinggalkan, jadilah tempat-tempat
kinangan ini menjadi barang antik.

Material : Kuningan
Origin (asal) : Banjarmasin, Kalimantan Selatan ca 1900s
Dimensi tempat kinangan -/+ :
- Tinggi : 10cm
- Panjang : 22cm
- Lebar : 14cm.
- Berat : 2770 gram (berat sebelum paking)
Kondisi : Silahkan lihat photo-photo di atas dengan baik

HARGA : 1.500.000,- Idr

=============================================================

Tradisi Bersirih atau Menginang
(Sumber photo : ig@pak_g.londore)

Tradisi Bersirih atau Menginang (makan pinang) adalah warisan budaya Indonesia yang dilakukan dengan mengunyah bahan-bahan bersirih seperti pinang, sirih, gambir, tembakau, kapur, cengkih. Kebiasaan menginang telah berlangsung lama, yaitu lebih dari 3000 tahun yang lampau atau pada zaman Neolitik, hingga saat ini.
(Sumber photo wikipedia)

Menginang sama halnya dengan merokok, minum teh dan kopi. Awalnya orang menginang sebagai penyedap di mulut, tetapi lama-kelamaan kan menjadi kebiasaan yang menimbulkan kesenangan dan terasa nikmat sehingga sulit untuk dilepaskan. Di samping untuk kenikmatan, menginang juga berfungsi sebagai aktivitas pengobatan merawat gigi. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal daun sirih sebagai bahan menginang dengan keyakinan bahwa menginang dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka di mulut, menghilangkan bau mulut, menghentikan pendarahan gusi, serta sebagai obat kumur. Fungsi menginang juga sebagai tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan. Misalnya, bahan-bahan menginang dijadikan hidangan penghormatan untuk tamu, dan sebagai alat pengikat dalam pertunangan sebelum menikah. Menginang juga digunakan sebagai sesaji yang digunakan dalam upacara adat istiadat dan upacara kepercayaan atau religi.
(Sumber Photo : Liputan6.com)

Tradisi mengunyah sirih menyimbolkan ketulusan dan rasa hormat kepada orang lain. Tradisi menginang juga sebagai tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan. Oleh karena itu, sirih pinang selalu ada dalam perjamuan tamu, perkawinan, atau upacara adat. 
(dari berbagai sumber) 


No comments:

Post a Comment