.
PARANG BUNGKUL SENJATA KHAS KALIMANTAN SELATAN
Item Code : TRH 276 - PKT
Item Code : TRH 276 - PKT
Parang Bungkul: Senjata Sehari-hari Khas Kalimantan Selatan
Parang Bungkul adalah salah satu senjata tradisional yang paling dikenal dan banyak digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah Hulu Sungai dan sekitarnya. Sesuai namanya, kata "bungkul" dalam bahasa Banjar berarti bengkok atau melengkung — ciri khas yang paling menonjol dari parang ini, dengan bilah yang melengkung ke arah sisi tajam dan melebar perlahan menuju ujungnya.
Bilah Parang Bungkul umumnya berukuran sedang, cukup tebal dan berat di bagian ujung. Bentuk lengkungnya bukan tanpa alasan — bentuk ini dirancang khusus agar saat diayunkan, tenaga tebasan menjadi lebih kuat dan terpusat, sehingga sangat efektif untuk menebas kayu, membersihkan ladang, hingga membelah batang pohon. Selain sebagai alat pertanian dan kebutuhan sehari-hari, Parang Bungkul juga berfungsi sebagai senjata pertahanan diri yang andal.
Bagian gagangnya biasanya terbuat dari kayu keras yang kokoh dan nyaman digenggam, seringkali dibentuk sedemikian rupa agar tidak licin saat digunakan. Pembuatannya umumnya dilakukan oleh pandai besi lokal di desa-desa, ditempa dari besi baja yang kuat dan tahan lama.
Di tengah masyarakat Kalimantan Selatan, Parang Bungkul bukan sekadar alat tajam. Ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari — dibawa ke ladang, ke hutan, hingga dijadikan pelengkap busana pria pada acara-acara adat. Banyak juga yang menjadikannya pusaka keluarga yang diwariskan dari orang tua ke anak, sebagai simbol ketangguhan dan kemandirian. Sederhana, gagah, dan sangat fungsional — itulah keistimewaan Parang Bungkul yang tetap bertahan hingga kini.
Nama : Parang Bungkul
Pamor : Malela
Origin : Kalimantan Selatan
Approx Date : 1940-50s.
DIMENSI -/+ :
- Panjang Bilah : 45,5cm + Hulu 59cm
- Lebar bilah bagian pangkal : 2,4cm
- Lebar bilah bagian tengah : 3,6cm
- Tebal bilah dari ujung kepangkal : 3mm – 8mm
KELENGKAPAN :
- Hulu dan Kumpang (warangka) terbuat dari kayu mahar, model sederhana khas Kalimantan Selatan.
- Ikat pada kumpang terbuat dari rotan
KONDISI :
- Bilah pedang dalam kondisi bagus, utuh, dan cukup terawat.
- Warna besi memang seperti itu bukan karena diwarangi. Ada serat seperti rambut halus pada permukaan besi bilah (lihat photo)
- Kelengkapan bawaan parang sejak awal dibuat.
Pamor : Malela
Origin : Kalimantan Selatan
Approx Date : 1940-50s.
- Panjang Bilah : 45,5cm + Hulu 59cm
- Lebar bilah bagian pangkal : 2,4cm
- Lebar bilah bagian tengah : 3,6cm
- Tebal bilah dari ujung kepangkal : 3mm – 8mm
- Hulu dan Kumpang (warangka) terbuat dari kayu mahar, model sederhana khas Kalimantan Selatan.
- Ikat pada kumpang terbuat dari rotan
- Bilah pedang dalam kondisi bagus, utuh, dan cukup terawat.
- Warna besi memang seperti itu bukan karena diwarangi. Ada serat seperti rambut halus pada permukaan besi bilah (lihat photo)
- Kelengkapan bawaan parang sejak awal dibuat.
- Hulu parang terkorosi karena usia.
- Parang ini mempunyai tantingan yang cukup berat tapi seimbang.
- Selebihnya silahkan lihat photo2 detail di atas dengan baik
HARGA : 2.500.000,- Idr
- Parang ini mempunyai tantingan yang cukup berat tapi seimbang.
- Selebihnya silahkan lihat photo2 detail di atas dengan baik
HARGA : 2.500.000,- Idr






No comments:
Post a Comment