.
MANDAU DAYAK BENUAQ KALIMANTAN
ITEM CODE : TRH129BD
Bagi suku Dayak di Kalimantan, Mandau bukan sekadar senjata tajam atau alat perkebunan, melainkan benda sakral yang menjadi simbol identitas, kehormatan, dan spiritualitas.
Filosofi Mandau bagi suku Dayak:
1. Simbol Kehormatan dan Jati Diri
Mandau dianggap sebagai simbol keberanian dan harga diri seorang laki-laki Dayak. Memiliki Mandau berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga keluarga, suku, dan tanah airnya. Dahulu, kualitas ukiran dan bahan Mandau juga menunjukkan status sosial pemiliknya dalam masyarakat.
2. Hubungan Manusia dengan Alam dan Roh Leluhur
Mandau dipercaya memiliki kekuatan magis atau spiritual (bertuah). Proses pembuatannya sering kali melibatkan ritual khusus untuk meminta izin dan perlindungan kepada leluhur.
- Hulu (Gagang) : Biasanya diukir menyerupai p4ruh bu rung 3ngg4ng atau motif n4ga/bin4t4ng hutan, yang melambangkan hubungan erat dengan alam semesta dan dunia atas (dunia roh).
- R4mbut : Pada gagang Mandau tua, sering terdapat hiasan r4mbut m4nus1a (hasil tradisi ng4y4u di masa lalu) yang dipercaya menambah kekuatan sakral dan keberanian pada senjata tersebut.
3. Makna Persaudaraan dan Kedewasaan
Mandau sering dijadikan mas kawin dalam pernikahan atau benda adat dalam upacara kelahiran dan kematian. Dalam konteks ini, Mandau melambangkan pengikat tali persaudaraan dan tanda bahwa seseorang telah dewasa serta mampu memikul tanggung jawab besar.
4. Keseimbangan Hidup
Bilah Mandau yang tajam di satu sisi dan tumpul di sisi lain melambangkan keseimbangan. Mandau digunakan untuk perlindungan (perang/beladiri) namun juga untuk kehidupan (berkebun/membangun rumah). Ini mencerminkan pandangan hidup suku Dayak yang harus kuat dalam bertahan namun tetap produktif dan selaras dengan kebutuhan hidup.
5. Kesaktian dan Perlindungan
Ada kepercayaan tentang "Mandau Terbang," sebuah mitos atau ilmu spiritual di mana Mandau dianggap bisa bergerak sendiri untuk melindungi pemiliknya dari ancaman. Secara filosofis, ini menunjukkan keyakinan bahwa kebenaran dan keadilan akan selalu memiliki jalan untuk melindungi mereka yang benar.
Hingga saat ini, meskipun tradisi perang sudah lama ditinggalkan, Mandau tetap menjadi warisan budaya yang sangat dihormati dan dipandang sebagai benda pusaka yang membawa martabat bagi masyarakat Dayak.
Dimensi :
Panjang bilah : 44,5cm + hulu : 58cm
Bagian terlebar bilah : 3cm
Tebal dari ujung ke pangkal : 1-6mm
Berat bilah + hulu : 383 gram
Hulu Mandau model kenohong (?) terbuat dari tanduk.
Kelengkapan masih cukup bagus.
Warangka kayu kombinasi tanduk / tulang.
Anak Mandau tidak ada.
Kondisi sesuai photo di atas.
HARGA : 3.950.000 IDR









No comments:
Post a Comment