Saturday, 30 November 2024

KERIS SEPUH DHAPUR SEPANG - TRH159

 .
Keris sepang


Keris sepang







KERIS SEPUH DHAPUR SEPANG
ITEM CODE : TRH159

Keris dengan panjang bilah ±34cm ini mempunyai perawakan sedang dan tangkas. Berdhapur Sepang dengan est tangguh Cirebon sepuh (15-17C), dengan Pamor tiban Pedaringan kebak. 
Warangka model ladrang (old made) dikombinasikan pendok logam.
Keris ini memakai model ganja iras.
Sangat layak dikoleksi

Filosofi Keris Dhapur Sepang
 
Keris dengan Dhapur Sepang memiliki karakteristik visual yang sangat khas, yakni bentuk bilah yang simetris dengan dua sisi tajam (mendekati bentuk mata tombak) dan tanpa lekukan (lurus). Dalam diskursus esoteris perkerisan, simetri ini mengandung filosofi mendalam mengenai keseimbangan dan keselarasan hidup.
 
Secara filosofis, nama "Sepang" merujuk pada pohon sepang yang batangnya bercabang dua secara seimbang. Hal ini melambangkan keharmonisan dalam rumah tangga serta kesetaraan antara hak dan kewajiban. Bentuknya yang lurus dan seimbang merepresentasikan prinsip keadilan, kejujuran, dan keteguhan hati seorang pemimpin dalam mengambil keputusan tanpa memihak.
 
Selain itu, Dhapur Sepang sering kali dianggap sebagai simbol manunggaling kawula gusti atau penyatuan aspek spiritual dan duniawi. Keris ini bukan diciptakan untuk fungsi ofensif dalam peperangan, melainkan sebagai piandel atau sarana doa agar pemiliknya mampu menjaga kerukunan keluarga serta mencapai ketenangan batin melalui keseimbangan hidup yang dinamis.

============

Manifestasi Kesejahteraan dalam Filosofi Pamor Pedaringan Kebak
 
Pamor Pedaringan Kebak merupakan salah satu motif pamor dalam seni kriya keris yang memiliki kedudukan luhur dalam kosmologi masyarakat Jawa. Secara etimologis, istilah ini berasal dari kata pedaringan yang berarti wadah penyimpanan beras dan kebak yang berarti penuh. Visualisasi pamor ini ditandai dengan guratan logam saton yang rapat, rumit, dan memenuhi seluruh permukaan bilah, mencerminkan ketelitian tingkat tinggi dalam proses penempaannya.
 
Secara filosofis, tuah utama pamor Pedaringan Kebak merepresentasikan harapan akan keberlanjutan ekonomi dan ketahanan pangan. Dalam tradisi agraris, wadah beras yang senantiasa penuh adalah simbol kemakmuran mutlak dan stabilitas rumah tangga. Oleh karena itu, keris dengan pamor ini diyakini memiliki energi esoteris untuk memperlancar datangnya rezeki, memberikan perlindungan terhadap aset finansial, serta membimbing pemiliknya menuju pola hidup yang bijaksana dalam pengelolaan harta.
 
Lebih dari sekadar aspek material, Pedaringan Kebak juga mengandung pesan moral tentang rasa syukur dan kecukupan. Penggunaan pamor yang bersifat "tidak pemilih" ini menegaskan bahwa nilai-nilai kemakmuran dan ketenteraman bersifat universal bagi setiap lapisan masyarakat. Sebagai representasi doa yang divisualisasikan melalui media besi dan baja, pamor Pedaringan Kebak tetap menjadi simbol kearifan lokal yang relevan dalam memaknai keseimbangan antara usaha lahiriah dan permohonan spiritual demi mencapai kesejahteraan hidup.

Disclaimer : 
- Penamaan dhapur, pamor, tangguh subyektif dari kami berdasarkan keterangan pemilik² sebelumnya, dan literature buku² tentang keris. Silahkan jika Anda punya pendapat sendiri.
- Jika ada pejabaran tentang tuah, itu kami dapatkan dari literatur buku tentang keris & pamor , bukan hasil pengecekan pribadi. 
Ulasan hanya bertujuan untuk melengkapi informasi secara umum yang terdapat dalam buku. 
- Penilaian barang hanya berdasarkan fisik bukan hal metafisik. 

Salam Budaya 

HARGA MAHAR : 3.250.000 IDR

No comments:

Post a Comment