.
KERIS SEPUH DHAPUR YUYU RUMPUNG
Item Code : TRH158
Keris tua dengan umur lebih dari 100 tahun, berbentuk lurus dan berdhapur Yuyu Rumpung, dengan pamor ngulit semongko (kulit semangka) dan memakai ganja kelap lintah.
Perawakan keris sedang , dengan panjang bilah 32,5cm , lebar gonjo 7,4cm.
Kelengkapan keris buatan baru pengrajin di Imogiri, dikarenakan kelengkapan lamanya sudah rusak.
================
Keris Dhapur Yuyu Rumpung adalah salah satu bentuk (dhapur) keris yang unik dan sarat akan makna simbolis, baik dari sisi fungsional bagi masyarakat agraris maupun sisi mitologis pewayangan.
Berikut adalah filosofi dan karakteristik dari Keris Dhapur Yuyu Rumpung:
1. Makna Filosofis Secara Harfiah
- Yuyu dalam bahasa Jawa berarti ketam atau kepiting sawah.
- Rumpung berarti buntung, cacat, atau terpotong.
Secara simbolis, Yuyu Rumpung menggambarkan sosok yang meski memiliki keterbatasan atau terlihat "cacat/kecil", namun memiliki kegigihan dan peran yang spesifik dalam ekosistemnya.
2. Simbolisme Kemakmuran dan Pertanian
Secara tradisional, keris ini sangat lekat dengan dunia pertanian. Yuyu (kepiting sawah) adalah hewan yang hidup di ekosistem sawah.
- Tuah Penolak Hama : Para petani zaman dahulu meyakini bahwa keris dhapur ini memiliki energi (tuah) untuk menangkal serangan hama (seperti tikus atau serangga) dan membantu menyuburkan tanaman.
- Kesederhanaan : Bentuknya yang cenderung sederhana mencerminkan filosofi hidup masyarakat agraris yang bersahaja, namun tetap memiliki pertahanan diri yang kuat (seperti capit yuyu).
3. Kaitan dengan Mitologi (Wayang)
Dalam khazanah pewayangan (cerita Ramayana), Yuyu Rumpung adalah nama seorang raksasa punggawa kerajaan Alengka yang berwujud ketam raksasa.
- Ia bertugas menjaga samudera dan mencoba meruntuhkan jembatan Situbanda yang dibangun oleh laskar monyet Rama.
- Filosofi di balik tokoh ini sering dikaitkan dengan kekuatan yang tersembunyi di bawah permukaan dan kesetiaan dalam menjalankan tugas (meskipun tugas tersebut akhirnya digagalkan oleh pihak lawan).
4. Ciri Visual (Ricikan)
Keris ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari dhapur lain:
- Bilah Lurus : Umumnya berbentuk lurus (tidak berluk).
- Gandik : keris ini tidak memiliki Gandik.
- Ganja : Menggunakan Ganja Kelap Lintah, yang bentuknya meliuk seperti lintah, menambah kesan luwes namun tetap kokoh.
Kesimpulan
Filosofi utama dari Keris Yuyu Rumpung adalah perlindungan terhadap sumber penghidupan. Ia mengajarkan bahwa kekuatan tidak selalu harus tampil gagah atau megah; seperti seekor kepiting sawah, ia tetap berjaga di habitatnya untuk memastikan kelangsungan hidup (panen) dan melindungi apa yang menjadi haknya dari gangguan luar.
==============
Pamor Ngulit Semongko adalah salah satu motif pamor pada keris atau tombak yang bentuknya mirip dengan kulit buah semangka. Filosofi di balik pamor ini cukup menarik, lho!
Pamor Ngulit Semongko diyakini dapat memperluas pergaulan, membuat pemiliknya disukai banyak orang, dan memudahkan dalam mencari rezeki. Ini karena pola garis-garis pada pamor ini diibaratkan sebagai berbagai jalur atau cara yang akan membawa kita ke tujuan akhir yang sama.
Selain itu, pamor ini juga dianggap sebagai simbol perlindungan dan kekuatan, serta memiliki energi mistis yang dapat melindungi pemiliknya dari berbagai bahaya dan bencana.
Pamor Ngulit Semongko termasuk dalam kategori pamor mlumah, yang artinya tidak memilih-milih pemilik dan cocok untuk dimiliki oleh siapa saja. Bahkan, jika terdapat pamor titipan seperti pamor Rojo Gundolo atau pamor Sirat, keris atau tombak dengan pamor Ngulit Semongko dapat memiliki nilai yang tinggi.
Sumber : dari berbagai sumber internet
Disclaimer :
- Penamaan dhapur, pamor, tangguh subyektif dari kami berdasarkan keterangan pemilik² sebelumnya, dan literature buku² tentang keris. Silahkan jika Anda punya pendapat sendiri.
- Jika ada pejabaran tentang tuah, itu kami dapatkan dari literatur buku tentang keris & pamor , bukan hasil pengecekan pribadi.
Ulasan hanya bertujuan untuk melengkapi informasi secara umum yang terdapat dalam buku.
- Penilaian barang hanya berdasarkan fisik bukan hal metafisik.
Salam Budaya
HARGA MAHAR : 3.500.000 IDR






No comments:
Post a Comment