.
BADIK RAMBAI AYAM SENJATA KHAS SUMATRA SELATAN - TRH188
Asal & Nama
Badik Rambai Ayam juga dikenal dengan sebutan Skin, Jembio, atau Taji Ayam. Senjata ini tersebar di wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, hingga Palembang–Pagaralam. Disebut "Rambai Ayam" karena bentuk bilahnya melengkung indah menyerupai ekor atau taji ayam jantan.
Bentuk & Ukuran
Panjang keseluruhan biasanya 25–30 cm, sedangkan versi yang lebih pendek (dikenal sebagai Taji Ayam) berukuran 10–15 cm. Bilahnya melengkung runcing dan tajam di kedua sisi. Gagangnya terbuat dari kayu keras yang diukir atau tanduk, disertai sarung dari kulit sapi, kulit kambing, atau kayu. Seluruhnya ditempa dari besi baja oleh pandai besi setempat.
Fungsi
Selain sebagai senjata genggam untuk pertahanan diri jarak dekat — baik untuk menusuk maupun menebas — badik ini juga dipakai sebagai alat bantu di hutan guna membuka jalan dan memotong ranting. Banyak yang menjadikannya benda pusaka pelindung yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Di Palembang dan Pagaralam, senjata ini juga dikenal dengan sebutan Baoik Badik Rambai Ayam.
Nilai Budaya
Badik Rambai Ayam lahir dari percampuran budaya Melayu dan Tionghoa di Sumatera Selatan, melambangkan kesabaran, ketelitian, serta ketekunan. Sering disamakan dengan Badik Lampung, namun lengkungan bilahnya memiliki ciri khas tersendiri. Kini senjata ini dihargai sebagai cinderamata sekaligus benda pusaka koleksi yang berharga.
Keterangan barang :
- Panjang bilah ±29cm
- Handel terbuat dari tanduk
- Panjang bilah ±29cm
- Handel terbuat dari tanduk
- Sarung bilah terbuat dari kayu. Kelengkapan badik original bawaan awal bilah.
HARGA : 2.500.000 IDR
%20(1).png)




No comments:
Post a Comment