Sunday, 19 October 2025

KERIS JALAK SANGU TUMPENG BENDO SEGODO - TRH229

 .
Keris jalak sangu tumpeng






KERIS JALAK SANGU TUMPENG BENDO SEGODO
ITEM CODE : TRH229

Salah satu koleksi terbaru dari goedangdjadoel, sebuah keris dengan dhapur Jalak Sangu Tumpeng (JST) dengan pamor bendo segodo, Keris ditangguh era HBVII.

Keris ini mempunyai panjang bilah ±36cm dilengkapi warangka atas terbuat dari kayu timaha, dihiasi pendok Bunton Kuningan pada bagian gandarnya. 
Hulu terbuat dari kayu, mendak terbuat dahan kuningan ? Logam ?

Silahkan jika berminat

HARGA : 5.000.000 IDR

====================

Filosofi Keris Dhapur Jalak Sangu Tumpeng
 
Dalam khasanah perkerisan, Dhapur Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu bentuk (dhapur) keris lurus yang sangat populer karena sarat akan kedalaman filosofi kehidupan. Secara visual, keris ini memiliki ciri khas yang bersahaja namun tegas, biasanya dilengkapi dengan ricikan berupa gandik polos, pejetan, tikel alis, serta sogokan rangkap. Kesederhanaan bentuknya justru memancarkan kewibawaan yang tenang, mencerminkan karakter pribadi yang matang dan mapan.
 
Nama "Jalak Sangu Tumpeng" diambil dari perpaduan tiga simbol utama: burung Jalak, Sangu (bekal), dan Tumpeng. Burung Jalak dalam tradisi masyarakat agraris dikenal sebagai burung yang setia dan sangat peka terhadap lingkungan, melambangkan manusia yang harus bermanfaat bagi sesama serta memiliki ketajaman dalam menangkap peluang. Sementara itu, Sangu Tumpeng secara harfiah berarti "bekal nasi tumpeng". Tumpeng sendiri adalah simbol syukur dan representasi doa kepada Yang Maha Kuasa, di mana bentuknya yang mengerucut ke atas menggambarkan hubungan vertikal manusia dengan Sang Pencipta.
 
Secara filosofis, keris ini mengandung pesan mendalam tentang kemandirian dan kecukupan. Seseorang yang memegang filosofi Jalak Sangu Tumpeng diharapkan menjadi pribadi yang selalu memiliki "bekal" dalam menjalani hidup, baik bekap berupa materi, ilmu pengetahuan, maupun keteguhan iman. Keris ini bukan sekadar senjata, melainkan sebuah doa visual agar pemiliknya tidak pernah kekurangan dalam hal rezeki dan selalu berada dalam lindungan serta keberkahan Tuhan.
 
Singkatnya, Jalak Sangu Tumpeng adalah simbol kemakmuran yang diraih melalui keselarasan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Ia menjadi pengingat bagi pemiliknya untuk terus bekerja keras (seperti Jalak) namun tetap rendah hati dan selalu bersyukur atas segala karunia yang telah disediakan (Sangu Tumpeng).
 
==============

Pamor Bendo Segodo dalam Seni Tempa Keris
 
Pamor Bendo Segodo merupakan salah satu motif pamor yang cukup populer dan memiliki tempat istimewa dalam dunia perkerisan. Secara visual, pamor ini termasuk dalam kategori pamor rekan (motif yang dirancang oleh empu) dan tergolong pamor titipan. Bentuknya menyerupai gumpalan-gumpalan atau bulatan yang tersusun membujur di tengah bilah keris, sekilas menyerupai bentuk potongan buah bendho (sejenis nangka atau sukun) yang tertata rapi.
 
Ditinjau dari sisi filosofis, nama "Bendo Segodo" secara harfiah dapat diartikan sebagai "buah bendo sekeranjang". Makna ini melambangkan harapan akan rezeki yang melimpah dan kemudahan dalam mencari nafkah. Masyarakat perkerisan meyakini bahwa keris dengan pamor ini memiliki tuah untuk membantu pemiliknya menumpuk kekayaan, memperlancar usaha, serta memberikan kemudahan dalam urusan finansial. Karena maknanya yang berkaitan erat dengan kemakmuran, keris berpamor Bendo Segodo banyak diminati oleh kalangan pedagang, pengusaha, maupun mereka yang bekerja di sektor ekonomi.
 
Secara teknis, pembuatan pamor Bendo Segodo memerlukan keterampilan tinggi. Sang empu harus mengatur lapisan material nikel dan baja sedemikian rupa agar saat ditempa dan disepuh, gumpalan-gumpalan pamor tersebut muncul dengan presisi dan tidak terputus. Keindahan estetika yang dipadukan dengan pengharapan spiritual menjadikan pamor ini sebagai simbol doa visual yang diwujudkan dalam bilah besi.
 
Kesimpulannya, pamor Bendo Segodo bukan sekadar hiasan pada bilah keris, melainkan representasi dari kearifan lokal yang mengaitkan seni tempa logam dengan harapan akan kesejahteraan hidup. Ia menjadi pengingat bagi pemiliknya untuk terus berusaha sembari memohon keberkahan rezeki kepada Yang Maha Kuasa.
 

Disclaimer :

- Penamaan dhapur, pamor, tangguh subyektif dari kami berdasarkan keterangan pemilik² sebelumnya, dan literature buku² tentang keris. Silahkan jika Anda punya pendapat sendiri.

- Jika ada pejabaran tentang tuah, itu kami dapatkan dari literatur buku tentang keris & pamor , bukan hasil pengecekan pribadi.

Ulasan hanya bertujuan untuk melengkapi informasi secara umum yang terdapat dalam buku.

- Penilaian barang hanya berdasarkan fisik bukan hal metafisik.

Salam Budaya 



No comments:

Post a Comment