Friday, 23 January 2026

PARANG BUNGKUL BAHARI ASAL KALIMANTAN SELATAN - TY23

 .
Parang bungkul




Sejarah Parang Bungkul Asal Banjar, Kalimantan Selatan
 
Parang bungkul adalah senjata tradisional khas suku Banjar, Kalimantan Selatan. Ia telah digunakan sejak masa Kesultanan Banjar, melalui periode pendudukan Belanda hingga pasca kemerdekaan.
 
Pada masa perang Banjar (1859-1905), parang bungkul menjadi salah satu senjata utama rakyat Banjar dalam melawan penjajah, bersama dengan mandau dan tombak. Sultan Adam, selangga darah dari Kandangan, dan datu Pujung dari Rantau juga pernah menggunakannya sebagai senjata perang. Selain sebagai senjata, parang bungkul juga berfungsi sebagai alat pertanian, bahkan dipercaya sebagai azimat untuk berdagang dan ganggaman untuk meningkatkan kewibawaan pemiliknya.
 
Bentuk parang bungkul cukup sederhana, dengan bilah membungkuk yang melebar ke ujung, bagian puhun (pangkal bilah) ramping, dan ujung bilah bawah membulat. Ada tiga jenis utama: kandangan, tangi, dan warik mangantuk, yang dibedakan berdasarkan bentuk bilahnya. Saat ini, parang bungkul tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Banjar, tetapi juga sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya dan pameran untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan.

Nama : Parang Bungkul 
Origin : Martapura Kalimantan Selatan 
Approx Date : 1900s
Panjang bilah : 40cm

HARGA MAHAR : 3.950.000 IDR


No comments:

Post a Comment