.
Lading adalah sebutan untuk pisau dalam bahasa Banjar, yang juga dikenal sebagai wasi atau besi dalam sehari-hari masyarakat Banjar Kalimantan Selatan.
Penggunaan lading telah ada sejak lama dalam kehidupan masyarakat Banjar. Pada masa penjajahan Belanda, ketika membawa senjata besar seperti parang atau mandau dilarang, lading berperan sebagai alat yang mudah disembunyikan dan digunakan untuk pertahanan diri. Selain itu, lading juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Banjar, terutama di daerah pedalaman, yang sering membawanya saat berpergian.
Pisau koleksi goedangdjadoel di atas mempunyai panjang bilah ±14cm.
Estiminasi pembuatan : 1940-1950an.
Kelengkapan hulu dan kumpang terbuat dari kayu (bahan kayu tidak diketahui)
HARGA : 1.350.000 IDR





No comments:
Post a Comment