Saturday, 2 May 2026

GOLOK LUBUK KARAWANG JAWA BARAT - TRH98


Parang lameng






GOLOK LUBUK KARAWANG JAWA BARAT
Kode Item : TRH98

KETERANGAN :
Nama : Golok Lubuk
Pamor : Batu Lapak & Banyu Mili
Origin : Jawa Barat
Approx Date : 1900s 

Dimensi -/+  :
Panjang bilah : 51cm
Panjang bilah + hulu : 64cm
Lebar bilah bagian pangkal : 5,3cm
Tebal bilah dari ujung ke pangkal : 2mm - 8mm

Kelengkapan : 
Hulu model 'mantri calik' terbuat dari kayu.
Warangka terbuat dari kayu lapis kulit.

Kondisi : 
Bilah tebal dan berat
Fisik golok sesuai dengan photo2 yang disajikan di atas, silahkan Anda lihat dan amati dengan baik

HARGA : 3.700.000 Idr 

=============================

Golok Lubuk Karawang

Kalau kita mencermati lambang atau logo Kabupaten Karawang maka terlihat gambar berupa sebilah golok lurus mengacung ke atas, Itu adalah golok Lubuk. Golok Lubuk dimaknai sebagai lambang perjuangan rakyat Karawang dalam merebut kemerdekaan.
 
Golok Lubuk adalah pedang bermata satu yang lurus. Bagian bilah pedang (wilah) dari pangkal sampai ujung mempunyai lebar yang sama, tapi ada juga pedang lubuk yang bagian pangkal bilahnya lebih kecil dari bagian tengah bilah.
 
Makna nama dari golok Lubuk ada dua, yaitu daerah Karawang yang dulunya cekungan atau berlubang-lubang dan makna dari Sejarah Mataram, Lubuk itu artinya tempat atau wadah senjata dari berbagai daerah. 
Penggunaan kata "lubuk" mengandung penjelasan bahwa penamaan jenis golok seperti lubuk telah populer pada masa perang, karena Karawang saat penyerangan besar terhadap VOC ke Batavia oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1628-1629 menjadi basis berkumpul dari berbagai daerah sudah membaur, itu disebut juga lubuk atau wadah. 
Tetapi ada makna lain arti lubuk yang lebih dalam artinya hati Nurani, jadi lubuk hati Nurani. 
Sultan Agung mengumpulkan lebih 800 empu dari seluruh Nusantara untuk membuat senjata termasuk golok yang letaknya didaerah Pantai utara Karawang, makanya golok lubuk juga ada beberapa bentuknya. Dalam cerita lain golok Karawang dibuat pertama kali di daerah perbatasan Karawang Bogor oleh empu Pajajaran menantu ki Daeng Parau yang terkenal dengan sebutan Aki Daimin yang membuat Golok Lubuk pertama pesanan Bupati Karawang Pertama Singaperbangsa.
 
Walau golok Lubuk mulai dibuat banyak pada jaman perjuangan melawan penjajah, namun diyakini golok lubuk sudah ada jauh sebelumnya mungkin saja namanya yang berbeda. Ada tiga unsur yang terkandung dalam golok lubuk, yaitu pasir malela, pasir malelo, unsur biji besi, dan bisa dilihat ciri-cirinya pada gagangnya berbentuk kaki kidang tapi sedikit kembung seperti belut atau lindung. Bahan Golok Kerawang ada dua, yang dari gunung disebut besi Malela berwarna keputih-putihan seperti bahan meteor dan yang berasal dari laut disebut Pasir malelo berwarna kehitam-hitaman, bahan besinyapun golok lubuk diperoleh dari daerah Karawang sendiri.
 
Ciri khas golok Lubuk Karawang bilahnya agak kasar karena tempaannya dituntut cepat disebabkan memburu waktu untuk keperluan perang, tertera pada bilahnya ada garis pamor minimal 5 atau lebih.
 
Untuk melegendakan Golok di Kabupaten Kerawang, dibuat juga golok Raksasa panjangnya 7 meter dengan berat total 700 kg.

Referensi : Buku Golok antara pesona dan legenda (84) - Gatut Susanta.



No comments:

Post a Comment