Wednesday, 12 September 2018

PERLENGKAPAN MENGINANG KECIL BAHAN KUNINGAN - #TAN780





PERLENGKAPAN MENGINANG KECIL BAHAN KUNINGAN
Item Code : TAN 780

Tempat menginang ini merupakan salah satu barang antik yang baru kami dapatkan beberapa hari lalu di Martapura.
Tradisi Bersirih atau Menginang (makan pinang) adalah warisan budaya Indonesia yang dilakukan dengan mengunyah bahan-bahan bersirih seperti pinang, sirih, gambir, tembakau, kapur, cengkih. Kebiasaan menginang telah berlangsung lama, yaitu lebih dari 3000 tahun yang lampau atau pada zaman Neolitik, hingga saat ini.
Menginang sama halnya dengan merokok, minum teh dan kopi. Awalnya orang menginang sebagai penyedap di mulut, tetapi lama-kelamaan kan menjadi kebiasaan yang menimbulkan kesenangan dan terasa nikmat sehingga sulit untuk dilepaskan. Di samping untuk kenikmatan, menginang juga berfungsi sebagai aktivitas pengobatan merawat gigi. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal daun sirih sebagai bahan menginang dengan keyakinan bahwa menginang dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka di mulut, menghilangkan bau mulut, menghentikan pendarahan gusi, serta sebagai obat kumur. Fungsi menginang juga sebagai tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan. Misalnya, bahan-bahan menginang dijadikan hidangan penghormatan untuk tamu, dan sebagai alat pengikat dalam pertunangan sebelum menikah. Menginang juga digunakan sebgai sesaji yang digunakan dalam upacara adat istiadat dan upacara kepercayaan atau religi.

Material : Kuningan
Origin : Martapura, Kalimantan Selatan ca 1950-1960
Kinangan di atas terdiri dari 4 wadah kecil dengan ukuran -/+ diameter 4-5cm dan tinggi 3cm.
Wadah atau baki kinangan dengan ukuran : Panjang 15,5cm x Lebar 12cm x Tinggi 3,cm
Berat Total : 446 grams
Kondisi :
- Wadah kecil pada kinangan di atas kondisi utuhnya mempunyai tutup. Kami dapatkan tanpa tutup.
- Selebihnya silahkan lihat photo di atas

HARGA : 300.000,- IDR