MANDAU ANTIK BESI HERDER CAP GARPU
Kode Item : TRH128
Pada kurun waktu awal abad ke-20 hingga pertengahan tahun 1950, para pandai besi di seluruh penjuru Kalimantan menghadapi satu tantangan besar yang tak kunjung usai: kelangkaan bahan baku besi berkualitas tinggi. Sumber logam tradisional yang selama berabad-abad menjadi andalan, semakin sulit didapat dan jumlahnya semakin menipis. Di tengah keterbatasan itu, kreativitas dan ketangkasan para pengrajin senjata tradisional diuji sepenuhnya.
Keterbatasan tersebut mendorong para pandai besi untuk mencari alternatif sumber besi yang tersedia di sekitar mereka. Yang paling mudah dijangkau dan melimpah saat itu adalah barang-barang peninggalan pemerintahan kolonial Belanda.
Ex besi rel kereta api, alat-alat perkebunan, bagian besi bangunan pabrik, hingga senjata rampasan perang menjadi bahan baku utama yang diubah tangan-tangan terampil menjadi karya pusaka yang bernilai tinggi. Besi-besi tersebut dikenal memiliki kualitas yang sangat baik.
Salah satu bukti nyata dari masa itu adalah sebilah Mandau yang kini menjadi saksi bisu sejarah perpaduan dua dunia. Mandau ini diyakini terbuat dari besi bekas alat-alat pabrik peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Logam yang dulunya berfungsi untuk kepentingan industri dan administrasi kolonial, kini diambil, dibentuk ulang, ditempa kembali dengan teknik tradisional, hingga akhirnya menjadi sebilah Mandau yang utuh dan indah. Setelah bentuk bilah sempurna, senjata ini kemudian disepuh ulang, memberikan sentuhan akhir yang menegaskan jati dirinya sebagai pusaka suku bangsa.
Dari karakteristik bahan, teknik penempaan, serta gaya pembuatannya, diperkirakan Mandau ini dibuat pada rentang tahun 1920 hingga 1950-an. Sebuah masa di mana di tengah keterbatasan dan perubahan zaman, para pandai besi Kalimantan tetap mampu melestarikan budaya leluhur dengan mengubah apa yang ada di hadapan mereka menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga, bermakna, dan abadi.
Mandau ini bukan sekadar senjata. Ia adalah perpaduan antara logam peninggalan masa lalu dan keahlian tangan yang tak lekang waktu, menyimpan cerita tentang bagaimana keterbatasan justru melahirkan kebijaksanaan dan karya yang luar biasa.
Bilah Mandau tebal, utuh dengan
Dimensi sbb :
Panjang bilah ±46cm.
Panjang + Handel 67cm.
Bagian bilah terlebar : 4,4cm
Tebal bilah dari ujung ke pangkal : 2-6mm
Berat bilah + handel : 510 gram
Hulu Mandau terbuat dari kayu.
Kumpang Mandau terbuat dari kayu, masih cukup bagus untuk usianya.
HARGA : 3.900.000 IDR










No comments:
Post a Comment